Green Development

Sejak memutuskan menjadi green company pada 2003, Summarecon Serpong mulai merancang konsep manajemen perumahan dan menyiapkan peraturan-peraturan penghunian yang lebih ramah lingkungan. Upaya membumikan konsep "ramah lingkungan" tercermin dalam pelestarian tumbuhan hijau, arsitektur, pengelolaan limbah padat dan cair, transportasi, hingga pada gaya hidup hemat energi yang makin massif digerakkan.

Penghijauan

Langkah-langkah kecil yang diterapkan Summarecon Serpong dalam membangun Ekosistem Hijau diantara lain adalah dengan memberikan tanaman buah pada saat serah terima. Selain berfungsi sebagai penghijauan, penghuni juga didorong untuk merasa memiliki tanaman tersebut. Tak hanya sebatas itu, Summarecon Serpong juga bertanggung jawab melakukan perawatan tanaman di pekarangan rumah, seperti memotong rumput, membersihkan sampah daun, dan mengganti tanaman mati.

Arsitektur Hijau

Sejak tahun 2008, Summarecon Serpong mewujudkan desain rumah yang ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan kayu pada spesifikasi bangunan dan menggantinya dengan bahan-bahan seperti aluminium untuk kusen dan kerangka baja ringan untuk konstruksi atap, besi dan baja digunakan untuk mengganti bekisting yang berasal dari kayu. Penggunaan semen mortar dan cat yang ramah lingkungan pun makin memperkuat konsep pelesatrian alam yang dilakukan oleh pengembang.

Pada rumah-rumah di cluster baru, pengembang menggunakan lampu-lampur jenis LED sebagai alat penerangan rumah untuk menghemat energi, memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami melalui cross ventilation, pemanfaatan tenaga matahari (solar panel) pada lampu penerangan jalan.

Kristalisasi dari gagasan hijau, paling mutakhir, diwujudkan lewat pembangunan sekolah Taman Kanak-kanak Pahoa dan Scientia Business Park yang menggabungkan secara maksimal konsep ramah lingkungan dan hemat energi dalam sebuah lansekap arsitektur diantaranya memaksimalkan ruang terbuka hijau, pencahayaan dan penghawaan alami, meminimalkan pemakaian lampu dan listrik, daur ulang air, dll.

Pemanfaatan dan Pengelolaan Air

Langkah-langkah kecil yang diterapkan Summarecon Serpong dalam membangun Ekosistem Hijau diantara lain adalah dengan memberikan tanaman buah pada saat serah terima. Selain berfungsi sebagai penghijauan, penghuni juga didorong untuk merasa memiliki tanaman tersebut. Tak hanya sebatas itu, Summarecon Serpong juga bertanggung jawab melakukan perawatan tanaman di pekarangan rumah, seperti memotong rumput, membersihkan sampah daun, dan mengganti tanaman mati.

Summarecon Serpong senantiasa berupaya mengolah air limbah agar dapat dimanfaatkan kembali. Salah satunya dengan Pengelolaan Air Kotor (WWTP) dimana air bekas mandi dan cucian dialirkan melalui pipa yang tidak mudah bocor agar tidak mengkontaminasi tanah, ke tempat Pengelolaan Limbah Cair yang terdapat di cluster-cluster baru. Mesin Pengelolaan Limbah Cair terletak di dalam tanah dan permukaannya tertutup oleh rumput. Hasil pengelolaan limbah cair kemudian digunakan untuk menyiram tanaman dan mencuci mobil.

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Salah satu faktor penyebab rusaknya lingkungan hidup yang kerap menjadi masalah besar adalah pembuangan sampah. Summarecon Serpong berinisiatif menyediakan dua jenis bak sampah di setiap rumah untuk sampah organik dan non-organik, karena prinsip dasar dari pengelolaan sampah mandiri adalah memilah sampah rumah tangga menjadi dua bagian, yaitu sampah kering dan sampah basah.

Pengelolaan Sampah Basah di Summarecon Serpong didukung dengan mesin pemilah yang memisahkan sampah plastik yang masih tercampur dengan sampah organik, lalu dipress dan kemudian menjadi bahan bakar biomasa. Sampah organik berupa daun dan sisa makanan diolah menjadi pupuk organik, yang kemudian akan dijual ke penghuni atau digunakan sendiri oleh pengembang.

Sedangkan untuk penanganan dan Pengelolaan Sampah Kering, Summarecon Serpong bekerjasama dengan Yayasan Budha Tzu Chi di Depo Daur Ulang. Pengelolaan Sampah Kering dilakukan dengan cara memilah sampah-sampah kering dan menjual hasilnya ke pengepul. Lalu hasil penjualan diberikan ke masyarakat yang kurang mampu sebagai wujud kepedulian Summarecon Serpong dan warganya terhadap sesama.

Pengelolaan Sampah Hidrotermal

Kini Summarecon Serpong mempunyai teknologi pengolahan sampah terpadu yaitu pengolahan sampah dengan sistem hidrotermal. Kehadiran alat hidrotermal adalah salah satu bentuk kepedulian Summarecon terhadap lingkungan.

Summarecon Serpong menjadi pilot project pertama untuk implementasi teknologi pengolahan sampah hidrotermal di Indonesia. Pengolahan Hidrotermal ini dapat mengolah berbagai jenis sampah termasuk sampah perkotaan, sampah perkebunan, sampah pertanian, dan sampah limbah lainnya, mengkonversikan sampah-sampah tersebut menjadi product yang mempunyai value added tinggi seperti energi biomasa, cairan pupuk padat, dan pakan ternak.

Energi biomasa yang dihasilkan tersebut berupa bahan bakar padat, setara dengan batubara yang ramah lingkungan, yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik, pabrik semen, pabrik kertas atau industri lain yang menggunakan combustion atau pembakaran.

Pengolahan Hidrotermal ini dapat menyelesaikan masalah sampah secara lebih cepat, komprehensif, efektif, efisien dan ramah lingkungan.

"Green" Lifestyle

Gagasan hemat energi juga diturunkan ke dalam bentuk gerakan ke berbagai bidang kehidupan di Summarecon Serpong. Dalam skala yang lebih luas, penghematan energi juga diterapkan pada moda transportasi. Pada 2010, Summarecon Serpong telah membangun 15 shuttle bus untuk mengubah kebiasaan penggunaan mobil pribadi.

Untuk meningkatkan apresiasi kepada kecenderungan tumbuhnya gagasan "Go Green" yang semakin banyak diserap masyarakat, sejak 2012 kepada pembeli rumah baru diberikan sepeda untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di lingkungan perumahan. Bersamaan dengan itu, jalur sepeda juga disediakan. Tidak hanya sebatas itu, untuk lebih "membumikan" semangat ramah lingkungan, Summarecon Serpong kerap mengadakan kegiatan Fun Bike sekaligus membagikan bibit-bibit pohon kepada peserta.

Setelah lebih dari satu dasawarsa digulirkan lewat langkah-langkah kecil namun konsisten, Summarecon Serpong yakin bahwa menyelamatkan bumi bisa dimulai di sini, sekarang juga.