Gaya Mengemudi Hemat Bahan Bakar

Berapa banyak bahan bakar minyak yang kendaraan Anda konsumsi untuk mengantar Anda bekerja sehari-hari? Juga saat bepergian bersama keluarga mengisi hari libur. Itu belum ditambah ketika kondisi jalanan macet, yang memaksa penggunaan bahan bakar lebih boros.

Efek dari konsumsi BBM yang tinggi tentunya meningkatkan emisi gas buang dari knalpot kendaraan ke udara. Dampaknya pun luas, pencemaraan udara yang kemudian timbul akan memicu pemanasan global, serta beragam penyakit seperti asma dan kanker.

Jangan tinggal diam. Yuk, segera kurangi konsumsi BBM untuk mengurangi efek negatif tersebut. Kita dapat mengawalinya dari kebiasaan diri sendiri. Salah satunya dengan menerapkan perilaku eco-driving. Lebih ekonomis pula Konsep eco-driving sudah diperkenalkan sejak tahun 1990-an di Eropa. Tujuannya mendorong cara mengemudi yang ramah lingkungan serta lebih ekonomis. Menurut hasil eksperimen Automobile Association yang dipublikasi pada 2014, efisiensi bahan bakar dari penerapan eco-driving rata-rata mencapai 10% dibanding penggunaan bahan bakar sebelumnya.

Seumpama konsumsi bahan bakar kita sebelumnya mencapai Rp 1 juta per bulan, maka dengan menerapkan ecodriving kita dapat menyisihkan Rp 100 ribu. Dalam setahun, pengeluaran untuk bahan bakar dapat dihemat hingga Rp 1,2 juta. Lumayan, kan? Bahkan penghematan tersebut bisa lebih besar lagi, mencapai sekitar 25%, jika cara mengemudi kita benar-benar sesuai dengan konsep eco-driving tersebut.

Pada dasarnya, perilaku eco-driving berarti menyesuaikan diri dengan teknologi mesin modern. Yakni berkendara dengan cara yang lebih lembut, lancar, dan aman, pada putaran mesin rendah. Maka akan lebih baik jika kita mempelajari karakter mesin kendaraan kita dan membaca buku manual kendaraan untuk mengetahui kondisi optimumnya. Menerapkan eco-driving untuk pertama kali mungkin saja menimbulkan kesulitan, karena kita mesti mengubah gaya lama dalam mengemudi. Namun mengingat aneka manfaat yang dapat diperoleh dari eco-driving, sebaiknya Anda menerapkan prinsip-prinsip dasarnya.

Tak hanya menghemat konsumsi BBM, perilaku eco-driving akan merambat pada biaya perawatan kendaraan yang lebih hemat dan penumpang merasa lebih nyaman. Ini dia 9 prinsip dasar eco-driving:

1.  Menuju transmisi yang lebih tinggi secepat mungkin

 Pada posisi perseneling yang lebih tinggi, putaran mesin akan lebih rendah. Nah, saat putaran mesin rendah, penggunaan bahan bakar lebih hemat. Sementara untuk kendaraaan bertransmisi otomatis, yang perpindahan persenelingnya sudah diatur sedemikian rupa dan disesuaikan dengan tingkat efisiensi kerja mesin, posisikan perseneling pada N (netral) saat kendaraan berhenti dalam kondisi mesin hidup. Posisi perseneling D saat kendaraan berhenti akan memboroskan bahan bakar.

2.  Pertahankan kecepatan pada putaran ekonomis

Putaran ekonomis pada mesin bensin yaitu 2.500 rpm, sementara mesin diesel adalah 2.000 rpm ke bawah. Sedapat mungkin pertahankan kecepatan kendaraan pada putaran ekonomis tersebut. Selain menghemat bahan bakar, juga dapat mengurangi emisi, serta meningkatkan kenyamanan penumpang.

3.  Hindari akselerasi dan pengereman yang tidak perlu

Saat berakselerasi (menambah kecepatan), energi bahan bakar digunakan untuk menggerakkan kendaraan. Sementara ketika mengerem, energi tersebut berubah bentuk menjadi panas. Itulah mengapa akselerasi, apalagi secara ekstrem, dan mengerem berulang-ulang membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Menghindari akselerasi dan pengereman yang tidak perlu dapat menghemat 5 - 10% konsumsi bahan bakar kendaraan.

4.  Memperlambat kendaraan dengan lembut

Penghentian mendadak akan membuang energi menjadi panas dalam jumlah besar. Maka, perlambat dengan lembut saat akan menghentikan kendaraan. Anda dapat memanfaatkan pengereman lewat tenaga mesin (engine breaking), dengan mengangkat kaki dari pedal gas secara perlahan. Untuk lebih menghemat bahan bakar, dapat juga dengan menetralkan transmisi, atau menginjak pedal kopling jika tenaga mesin untuk pengereman tidak diperlukan lagi. Dengan demikian mesin akan segera kembali pada putaran ideal, energi pun dapat dimanfaatkan ke posisi yang diinginkan.

5.  Manfaatkan kecepatan kendaraan

Jalan menanjak membutuhkan tenaga mesin yang lebih besar buat dilalui. Menjelang tanjakan, usahakan untuk menyesuaikan putaran mesin, melakukan teknik perpindahan transmisi yang tepat dan cermat, kemudian manfaatkan kecepatan kendaraan untuk membantu menempuh tanjakan.

6.   Beban jangan berlebihan

Muatan adalah faktor utama yang memengaruhi penggunaan bahan bakar. Penambahan beban 100 kg pada kendaraan berukuran sedang (1.500 kg) akan meningkatkan konsumsi BBM sekitar 6 – 7%.

7.  Soal aerodinamika

Kian cepat mobil Anda melaju, maka makin besar hambatan udara yang timbul. Contohnya, berkendaraan dengan kecepatan 12km/jam dapat meningkatkan setidaknya 20% penggunaan bahan bakar.

8.   Periksa tekanan ban

Tekanan ban yang tidak sesuai, misalnya kurang 25% dari spesifikasi normal, dapat memboroskan bahan bakar sebanyak 2%. Kontrol tekanan ban kendaraan Anda secara teratur, minimal sebulan sekali.

9.  Servis berkala

Selain menjaga performa kendaraan, perawatan rutin seperti membersihkan saringan udara, kemudian melakukan uji emisi juga dapat membantu menghemat BBM. Lakukan servis kendaraan secara teratur.

Terapkan eco-driving setiap saat kondisi memungkinkan. Namun kalau tidak memungkinkan, seperti ketika kondisi jalanan padat, tak mengapa hanya menerapkan beberapa prinsipnya. Meski sedikit, itu tetap berkontribusi untuk menjaga kelestarian lingkungan kita.