Summarecon Serpong Mural Competition 2015

Semarak Warna Penuh Makna

Berawal dari sebuah keprihatinan atas aksi corat-coret tembok, Summarecon Serpong menggandeng Mowilex, Wings Group, dan Artindo Grafika Printing untuk menyelenggarakan kompetisi mural pada tanggal 24 Oktober 2015. Sejak pukul 8.00, hiruk pikuk peserta Summarecon Serpong Mural competition mulai memenuhi Scientia Garden. Sejumlah 40 peserta pilihan juri yang terdiri dari grup dan perorangan sudah bersiap. Berbekal kuas dan cat Mowilex, mereka melukis media dinding ukuran 5,5x1,8m yang terpasang di sepanjang jalan. Kompetisi dengan hadiah total lebih dari 50 juta rupiah tersebut disambut antusias oleh masyarakat.

Pesertanya tak hanya dari warga sekitar, bahkan dari luar daerah. “Saya senang dengan adanya event ini karena mengangkat kreativitas masyarakat Serpong terutama Tangerang, sebaiknya  tahun depan diadakan lagi,” ujar Taufiq Rahman peserta dari Serpong. Tujuan utama kompetisi mural ini adalah sebagai wadah kreativitas serta mengedukasi masyarakat agar lebih sadar terhadap lingkungan sesuai dengan tagline Scientia Garden yaitu smart and green environtment. Acara yang berlangsung dari pagi hingga senja ini berjalan lancar dan sukses. Cuaca terik di siang hari tidak memadamkan semangat para peserta dalam menyelesaikan lukisan mural. 

PESERTA PILIHAN JURI

Pada tahap awal, pendaftaran dibuka pada tanggal 21 September 2015 sampai 10 Oktober 2015 melalui email online ataupun datang langsung. Jumlah yang mendaftar terbilang banyak, sekitar 200 peserta mengirimkan desain awal mural yaitu sketsa berwarna dalam bentuk digital bertema SmArT Green. Desain sketsa bisa dikirim tiga alternatif.

Setelah semua karya sketsa digital tersebut terkumpul, para juri menyaring 200 peserta menjadi 40 peserta pilihan. Executive Director Summarecon Serpong, Magdalena Juliati mengungkapkan tentang proses awal kompetisi ini. “Dari 200 grup ini masingmasing diminta memberikan tiga sampel karya, berarti ada 200 kali tiga (minimal), ada juga yang mengirim 4 sketsa. Jadi ada sekitar 600 karya pada seleksi awal untuk bisa diaplikasikan di lapangan.” 

Setiap  karya desain yang telah ditentukan oleh para juri, diaplikasikan pada media dinding berukuran 5,5x1,8m. Mereka membawa sendiri peralatan seperti kuas, alat aduk, dan lain-lain, kecuali cat warna primer yang sudah disediakan. Sedangkan pengumuman pemenang, dihelat dua minggu setelahnya dalam acara seremoni tanggal 7 november 2015, di panggung SDC Summarecon Serpong.

PESERTA DARI BERBAGAI KALANGAN

Walaupun ini adalah event pertama kali, Summarecon Serpong Mural Competition 

berhasil menarik hati masyarakat Serpong dan luar kota. Berbagai kalangan ikut andil dalam kompetisi ini seperti yang disampaikan Executive Director Summarecon Serpong, Magdalena Juliati, pada sambutan pembukaan pengumuman pemenang, “Saya berbahagia sekali karena lomba mural ini disambut dengan cukup baik oleh seluruh kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, umum dan seniman.” Contohnya dari kalangan seniman, Subki dari Subki Magelang Art (SMArT), iwan dari Grup Swastika Yogyakarta dari kalangan mahasiswa, yang datang khusus untuk ikut kompetisi.

Para peserta mengetahui event kompetisi ini dari spanduk, brosur, dan media sosial yang disebar luas. Fiona dan beberapa temannya dari grup Masoness Overload,  pelajar Sekolah Menengah Atas Pahoa di Summarecon Serpong, mengatakan, “Kita melihat banyak brosur dan spanduk di jalan, akhirnya kita tertarik ikut lomba ini.” Lain halnya dengan alfian dari grup peserta Glassnosst, mahasiswa dari universitas Mercu Buana ini mendapat informasi Summarecon Serpong Mural Competition dari media sosial.

PENGUMUMAN PEMENANG

Seremoni pengumunan pemenang Summarecon Serpong Mural Competition dilaksanakan di panggung SDC Serpong. Dibuka dengan hiburan band akustik, penjelasan celengan bambu Yayasan Buddha Tzu Chi, selingan games. Pada  sambutan pembukaan, Magdalena Juliati, mengatakan: “Kami senang sekali karena banyak karya yang bagus-bagus, sampai tim juri bingung menentukan juara.  Akhirnya kami juga memutuskan bahwa juara harapan dari  5 pemenang ditambah menjadi 10 .” Sorak-sorai peserta bergemuruh menyambut riang keputusan tim penyelenggara. Peserta yang tidak juara pun mendapat doorprize menarik. 

Sepuluh juara harapan pun diumumkan. Juara ketiga jatuh pada Oesella, dheviana dan gabriella, tiga kakak beradik pecinta seni dari UMN ini memenangkan Rp 10.000.000,-. Grup Studio 610, yaitu Supriyanto dan alifah yang juga kakak beradik, sebagai juara kedua dan membawa pulang Rp 15.000.000,-. “Pernah lomba mural di beberapa tempat, yang paling oke disini lho, sampai kita dapat macam-macam, ” kata Supriyanto dengan sumringah. 

Juara pertama yang beruntung adalah grup Svastika, mahasiswa dari Yogyakarta beranggotakan Iwan, Diko, dan Shinta. Mereka berhasil meraih Rp 20.000.000,-. Selamat kepada para pemenang!

Juara Harapan: 

  1. The Black Piratez (Rizal, Winston, Teguh, Arjuna) 
  2. Supriyono 
  3. Glassnot (Alfiansyah, Adlan, Danu, Abieza, Rusydina) 
  4. Jong Merdeka (Guntur dan La Ode umar Al-Suria)
  5. Stelkendo (Triyanugerah & Taufiq Rahman) 
  6. Sigma.std ( Faried, Ikhfan, Fitrah & Endra) 
  7. Robot (Elvin, Brenda, Cindy, Dione & Vivin)
  8. Masoness Overload (Fiona, Adeline, Natasha & Gabi) 
  9. Hydrant (Tridiwa, M. Ni’am, Hendri, Asep, Abdul) 
  10. R. Puguh & Heru Lesmana